=''HARGAI AKU''=
Seringkali kau merendahkanku
Melihat dengan sebelah matamu
Aku bukan siapa-siapa
Selalu saja kau anggap ku lemah
Merasa hebat dengan yang kau punya
Kau sombongkan itu semua
Coba kau lihat dirimu dahulu
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
Apa salahnya hargai diriku
Sebelum kau nilai siapa diriku
Sering kali (sering kali) kau merendahkanku (kau merendahkanku)
Melihat dengan sebelah matamu
Aku bukan siapa-siapa
Coba kau lihat dirimu dahulu
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
Apa salahnya hargai diriku
Sebelum kau nilai siapa diriku
Coba kau lihat dirimu dahulu
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
Apa salahnya hargai diriku
Sebelum kau nilai siapa diriku
Sebelum kau nilai… siapa diriku
^=KETABAHAN ADALAH CAHAYA=^
Disaat berbagai kesulitan dan kesukaran menimpa seseorang sehingga ia merasakan kesempitan berlarut-larut, maka hanya ketabahan hati dapat menerangi hati seseorang dan menjaganya dari keputus asaan. Ketabahan merupakan petunjuk yang dapat menyelamatkan diri dari patah semangat. Ketabahan merupakan sifat utama yang sangat dibutuhkan oleh setiap insan dalam menghayati kehidupan di dunia dan agamanya. Semua pekerjaan dan cita-cita harus dilandasi ketabahan.
Memperteguhkan ketahanan mental menghadapi soal yang tidak disukainya tanpa merasa terpaksa, sabar menunggu hasil perkerjaan dan perbuatannya, sanggup menghadapi macam macam rintangan betapa pun beratnya dengan hati yang bersih dari kebimbangan, dan dengan fikiran yang tidak mau tunduk kepada kesulitan. Ia harus memiliki kepercayaan yang teguh dan bertekad mantap, tidak gelisah dan yakin cahaya cerah pasti akan tiba saatnya, menantikan perubahan keadaan dengan sikap tenang dan penuh keyakinan bawasa kebijaksanan mengandng hikmah, pada segala ujian dan cobaan hidup
Allah telah berfirman surah Muhammad ayat 31: “ Dan sesungguhnya kami benar benar hendak menguji kalian untuk kami ketahui siapa siapa diantara kalian yang berjihad dan tabah(sabar)"
Surah Al hadid ayat : 23: “supaya engkau jangan sedih kalau tidak mendapatkanapa apa supaya engkau jangan lupa daratan sekiranya mendapatkan dunia.”
Jadikan kehidupan ini bukan sebagai “rumah” kehidupan yang serba bahagia, mantap dan kekal. Jadikan Kehidupan dunia ini adalah “rumah” ujian dan cobaan. Dimana kita keluar dari satu ujian kedalam satu ujian lainnya. Ibarat besi yang ditempa api kemudian dicelupkan kedalam air.
Ujian yang berupa hal hal menyedihkan banyak sekali sebab sebabnya. disebaliknya kita dapat memahami kehidupan dan bertambah matang pengalaman pengertian kehidupan dengan berbagai bagai ragam manusia. Masaalah suratan takdir yang terkadang menguji dan sebahagian lagi menempuh cobaan yang mungkin mengakibatkan penderitaan, kepedihan yang terkadang mengcekam jiwa. Sehingga terkadang merasakan kekecewaan. Olih itu kita haruslah berusaha sekuat tenaga untuk menempuh kehidupan didunia ini dan harus yakin bahawa diri kita sedang menyelami lautan yang penuh bergelora dengan rintangan dan bahaya.
“Bersabar menahan diri dari kemewahan kemewahan , sehingga kemewahan tersebut berlalu, lalu aku melatih diriku bersabar, sehingga terbiasa, sehingga selalu dalam keadaan tenang dan tenteram, hati membawa jauh dari pengaruh pengaruh yang selalu mengecewakan.“terkadang kita sendiri tidak mengetahui apakah sesuatu kejadian itu berguna pada perkara perkara yang disukai atau kita membencinya. Sahabat ambilah ikhtibar dan hikmah diatas apa yang berlaku yang menimpa diri sehingga kita terbiasa dengan perkara perkara yang belaku dan bersiap sedia apa yang akan berlaku, insyaAllah kita akan biasa menghadapi segala dugaan dan cubaan tanpa patah semangat dan putus asa.”
Memperteguhkan ketahanan mental menghadapi soal yang tidak disukainya tanpa merasa terpaksa, sabar menunggu hasil perkerjaan dan perbuatannya, sanggup menghadapi macam macam rintangan betapa pun beratnya dengan hati yang bersih dari kebimbangan, dan dengan fikiran yang tidak mau tunduk kepada kesulitan. Ia harus memiliki kepercayaan yang teguh dan bertekad mantap, tidak gelisah dan yakin cahaya cerah pasti akan tiba saatnya, menantikan perubahan keadaan dengan sikap tenang dan penuh keyakinan bawasa kebijaksanan mengandng hikmah, pada segala ujian dan cobaan hidup
Allah telah berfirman surah Muhammad ayat 31: “ Dan sesungguhnya kami benar benar hendak menguji kalian untuk kami ketahui siapa siapa diantara kalian yang berjihad dan tabah(sabar)"
Surah Al hadid ayat : 23: “supaya engkau jangan sedih kalau tidak mendapatkanapa apa supaya engkau jangan lupa daratan sekiranya mendapatkan dunia.”
Jadikan kehidupan ini bukan sebagai “rumah” kehidupan yang serba bahagia, mantap dan kekal. Jadikan Kehidupan dunia ini adalah “rumah” ujian dan cobaan. Dimana kita keluar dari satu ujian kedalam satu ujian lainnya. Ibarat besi yang ditempa api kemudian dicelupkan kedalam air.
Ujian yang berupa hal hal menyedihkan banyak sekali sebab sebabnya. disebaliknya kita dapat memahami kehidupan dan bertambah matang pengalaman pengertian kehidupan dengan berbagai bagai ragam manusia. Masaalah suratan takdir yang terkadang menguji dan sebahagian lagi menempuh cobaan yang mungkin mengakibatkan penderitaan, kepedihan yang terkadang mengcekam jiwa. Sehingga terkadang merasakan kekecewaan. Olih itu kita haruslah berusaha sekuat tenaga untuk menempuh kehidupan didunia ini dan harus yakin bahawa diri kita sedang menyelami lautan yang penuh bergelora dengan rintangan dan bahaya.
“Bersabar menahan diri dari kemewahan kemewahan , sehingga kemewahan tersebut berlalu, lalu aku melatih diriku bersabar, sehingga terbiasa, sehingga selalu dalam keadaan tenang dan tenteram, hati membawa jauh dari pengaruh pengaruh yang selalu mengecewakan.“terkadang kita sendiri tidak mengetahui apakah sesuatu kejadian itu berguna pada perkara perkara yang disukai atau kita membencinya. Sahabat ambilah ikhtibar dan hikmah diatas apa yang berlaku yang menimpa diri sehingga kita terbiasa dengan perkara perkara yang belaku dan bersiap sedia apa yang akan berlaku, insyaAllah kita akan biasa menghadapi segala dugaan dan cubaan tanpa patah semangat dan putus asa.”
=''Surga Ada Diujung Jalan Kesabaan''=
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… ayah anak“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang yang kuat, yang tetap tabah dan tegar karena ia tahu dan bersandar pada Sang Maha Agung yg ada di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
