Kerinduan itu t'lah membatu, membeku
Terlilit pada panjangnya juluran waktu
Hari demi hari mengais sunyi
Di penghujung malam tak berbintang
Bukan ragu yang memapahku
Bukan pula keengganan yang memelukku
Namun,
Ketidak-mampuanku memahami inginmu
Kuhanyutkan jiwa yang meronta menepiskan bahagia
Pada riaknya gelombang yang memburu
Tak berharap sunyi ini bertemu di ruang rindu
Kar'na munajat ini terlarang untukmu.
=MARHABAN YA RAMADHAN, MA'AF ZAHIR & BATIN=
Assalamu'alaiku m
warahmatullah wabarakatuh.
Ramadhan datang seperti biasanya
kita berkirim SMS tuk meyegarkan
ingatan kita terhadap bulan suci
Ramadhan dan saling memaaf-
maafkan apalagi di dunia maya ini
kadang karena kita tak saling
mengenal di dalam dunia nyata
terkadang sebuah tulisan terlalu
berani untuk diungkapkan dan
berkomentarpun seolah bebas
sebebas-bebasny a padahal sebuah
komentarpun terkadang bisa jadi ga
jelas , ngga nyambung dan kadang
orang lainpun benar-benar ga paham.
Dan ada saja sebuah komentar selalu
membuat pemilik blog nerasa
tersingung dan kadang marah bahkan
sampai menhapus koment tersebut
atau mungkin admin kita tak mampu
menembus blognya keknya di protek
gitu loh.Padahal kan sebuah
komentar hanya kreativitas tulisan
saja. untuk itu sebuah pengungkapan
haruslah jujur tidak kamuflase
sehinga orang yang membaca
tersadar memang itu sebuah kata
yang harus di ungkapkan.
Sebuah kata dalam sebuah postingan
memang ada bobotnya masing-
masing.T entu ada gagasan ada
kehendak disitu ada sebuah opini
agar yang membaca tergiring makna
yang di maksud.Terkadan g
kelugasan sebuah tulisan menjadi
daya tarik tersendiri.Bila sebuah
tulisan ada makna yang harus di cerna
lebih dalam tentu harus ada
penelusuran sehinga tidak
menimbulkan kesan yang membuat
orang bertanya-tanya. Agenda
sebuah tulisan tak selalu mudah di
cerna karena barangkali penulis
mempunyai agenda tersembunyi di
balik sebuah tulisan. Tapi semua
menjadi mudah di cerna bila semua
tulisan di tangapi dengan tulus dan
tidak berfikir negatif. dan meyadari
bahwa setiap kata dan kalimat yang
tersusun adalah sebuah pembelajaran
yang perlu diambil hilmahnya. Ya
seperti gelas kosong yang perlu di isi
air dan tidak perlu merasa di gurui
karena bisa jadi banyak hikmah yang
terkadung dalam sebuah tulisan.
Dan pesan inipun pada dasarnya saya
buat untuk diri saya sendiri,
barangkali bermanfaat untuk
sahabat-sahabat sekalian
Untuk itu saya :
Dengan segala kerendahan hati dan
ketulusan,
''Mohon maaf yang tak terkira bila
selama ini banyak kata yang tidak
berkenan di hati saudara & saudariku
semuanya, yang saya hormati.
Dengan sukacita , serta menunduk
dan merenung, marilah kita sambut
Ramadhan ini dengan suka cita, hati
yang bersih & harapan-harapan
suci semata hanya demi mengharap
Ridha Allah SWT.''
=^SELAMAT MENJALANKAN PUASA
RAMADHAN^=
Salam hormat & cinta selalu
Poetri.
Wassalamu'alaik um warahmatullah
wabarakatuh.
=Bisik Tuhan Kepadaku=
Satu demi satu ku pungut abjad-abjad yang berserak di pesisir berbatu
Licin, berlumut dan berdebu
Kubasuh dengan air laut yang dingin dan menggigit
Kurangkai hingga tercipta satu kalimat
Yang indah, menurutku
Satu kata yang buat hatiku bernyanyi dan berdansa selalu
Sambil tersenyum kubaca lagi rangkaian abjad-abjad itu
''Manis, Aku sayang kamu''
Licin, berlumut dan berdebu
Kubasuh dengan air laut yang dingin dan menggigit
Kurangkai hingga tercipta satu kalimat
Yang indah, menurutku
Satu kata yang buat hatiku bernyanyi dan berdansa selalu
Sambil tersenyum kubaca lagi rangkaian abjad-abjad itu
''Manis, Aku sayang kamu''
=''Menghapus Jejakmu''=
Terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelengg u
kucoba untuk lanjutkan hidup
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu.
***No I don't need you again
You once made this promise
To stay by my side
But after some time you just pushed me aside
You never thought that a girl could be strong
Now I'll show you how to go on.
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelengg u
kucoba untuk lanjutkan hidup
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu.
***No I don't need you again
You once made this promise
To stay by my side
But after some time you just pushed me aside
You never thought that a girl could be strong
Now I'll show you how to go on.
DON'T QUIT
When things go wrong as they sometimes will,
When the road you're trudging seems all up hill,
When the funds are low and the debts are high
And you want to smile, but you have to sigh,
When care is pressing you down a bit,
Rest if you must, but don't you quit.
Life is queer with its twists and turns,
As every one of us sometimes learns,
And many a failure turns about
When he might have won had he stuck it out;
Don't give up though the pace seems slow--
You may succeed with another blow,
Success is failure turned inside out--
The silver tint of the clouds of doubt,
And you never can tell how close you are,
It may be near when it seems so far;
So stick to the fight when you're hardest hit--
It's when things seem worst that you must not quit.
When the road you're trudging seems all up hill,
When the funds are low and the debts are high
And you want to smile, but you have to sigh,
When care is pressing you down a bit,
Rest if you must, but don't you quit.
Life is queer with its twists and turns,
As every one of us sometimes learns,
And many a failure turns about
When he might have won had he stuck it out;
Don't give up though the pace seems slow--
You may succeed with another blow,
Success is failure turned inside out--
The silver tint of the clouds of doubt,
And you never can tell how close you are,
It may be near when it seems so far;
So stick to the fight when you're hardest hit--
It's when things seem worst that you must not quit.
=''ENTAH''=
Entah.....,
Berapa lama aku berada dalam dunia lucu
Termangu,
Seakan aku manusia bisu
Tergugu,
Seolah sedang dalam ragu.
Entah.....,
Berapa banyak bintang yang mentertawakanku
Ketika mereka menyaksikan peranku
Aku yang sedang mencarimu dalam nanarku
Aku yang meneriakkan namamu dalam kebisuanku
Entah.....,
Apapun kata binatang malam dalam keramaiannya
Aku tetaplah dalam sepiku
Kesunyian masih erat memelukku
Entah.....,
Apapun bisik lembut sang bayu
Gendang telingaku tak menangkap bisikannya yang selalu syahdu
Entah.....,
Sampai kapan aku akan menyeleseikan peranku
Keluar dari sandiwara bertajuk pilu
Dan bertema rindu......?????
Entah......,
Apa jawab kalbuku.......
Sayup kudengar bisikan merdu........'Ketika waktu
mengizinkan kalian bertemu'.
Berapa lama aku berada dalam dunia lucu
Termangu,
Seakan aku manusia bisu
Tergugu,
Seolah sedang dalam ragu.
Entah.....,
Berapa banyak bintang yang mentertawakanku
Ketika mereka menyaksikan peranku
Aku yang sedang mencarimu dalam nanarku
Aku yang meneriakkan namamu dalam kebisuanku
Entah.....,
Apapun kata binatang malam dalam keramaiannya
Aku tetaplah dalam sepiku
Kesunyian masih erat memelukku
Entah.....,
Apapun bisik lembut sang bayu
Gendang telingaku tak menangkap bisikannya yang selalu syahdu
Entah.....,
Sampai kapan aku akan menyeleseikan peranku
Keluar dari sandiwara bertajuk pilu
Dan bertema rindu......?????
Entah......,
Apa jawab kalbuku.......
Sayup kudengar bisikan merdu........'Ketika waktu
mengizinkan kalian bertemu'.
=''RESAH''=
Kutitipkan secercah keresahan.....
Pada purnama yang mengintip dibalik mega
Kala sesaat tiada sapa dari seberang sana
Semenjak turun senja.....
Kau pamit bertandang ke kota
Namun, hingga fajar hampir menjelma
Belum jua kudengar ketukan di pintu kaca
Segeralah pulang duhai belahan hati tercinta
Ku tiada tega jika kau dikerumuni buliran embun
Yang pasti terasa menyiksa
Datanglah, cinta..........,
Disini aku menanti
Bersama bait-bait suci
Yang 'kan hangatkan suasana hati
Agar tiada lagi terasa sunyi dan sendiri
Kar'na aku ada 'tuk menyertai
Kemanapun hatimu melangkah pergi.
Hkg, wed:16032011-01:37AM
''Aku masih disini untuk setia''
Pada purnama yang mengintip dibalik mega
Kala sesaat tiada sapa dari seberang sana
Semenjak turun senja.....
Kau pamit bertandang ke kota
Namun, hingga fajar hampir menjelma
Belum jua kudengar ketukan di pintu kaca
Segeralah pulang duhai belahan hati tercinta
Ku tiada tega jika kau dikerumuni buliran embun
Yang pasti terasa menyiksa
Datanglah, cinta..........,
Disini aku menanti
Bersama bait-bait suci
Yang 'kan hangatkan suasana hati
Agar tiada lagi terasa sunyi dan sendiri
Kar'na aku ada 'tuk menyertai
Kemanapun hatimu melangkah pergi.
Hkg, wed:16032011-01:37AM
''Aku masih disini untuk setia''
TAK INGIN LAGI BAYANGMU
Ambillah sisa bayangmu yang masih tertinggal di relung hatiku
Tak mampu lagi aku menjaganya untukmu
Bukan kuingin pungkiri janji setia itu,
Namun,Ku melihat bahwa bahagiamu ada di luasnya cakrawala biru
Bukan di dalam hati dan jiwaku
Disini kau terbelenggu
Terbanglah kau bersama bayangmu
Go and leave me here, alone!
I wanna you leave without any trace.
Tak mampu lagi aku menjaganya untukmu
Bukan kuingin pungkiri janji setia itu,
Namun,Ku melihat bahwa bahagiamu ada di luasnya cakrawala biru
Bukan di dalam hati dan jiwaku
Disini kau terbelenggu
Terbanglah kau bersama bayangmu
Go and leave me here, alone!
I wanna you leave without any trace.
SAJAK YANG HILANG
Gemetar tubuh menahan dingin
Sekian lama badan diguyur derasnya air hujan
Angin malam menambah kebekuan tulang
Dimalam yang kelam tak berbintang
Aku berjalan tanpa lentera
Mengais sampah-sampah berserak disepanjang jalan kehidupan
Mencari secarik sajakku yang hilang
Benturan demi benturan kuredam
Sayatan demi sayatan kutelan
Dalam perih yang tiada tertahan kuterus berjalan
Teriakan hati & jiwa yang kelelahan tak kudengarkan
Dibawah derasnya guyuran air hujan kuterus melangkah
Walau tertatih dan kadang terjungkal
Tak'kan surut langkah 'tuk tetap merayap
Hingga kutemukan kembali secarik sajakku yang hilang
Sekian lama badan diguyur derasnya air hujan
Angin malam menambah kebekuan tulang
Dimalam yang kelam tak berbintang
Aku berjalan tanpa lentera
Mengais sampah-sampah berserak disepanjang jalan kehidupan
Mencari secarik sajakku yang hilang
Benturan demi benturan kuredam
Sayatan demi sayatan kutelan
Dalam perih yang tiada tertahan kuterus berjalan
Teriakan hati & jiwa yang kelelahan tak kudengarkan
Dibawah derasnya guyuran air hujan kuterus melangkah
Walau tertatih dan kadang terjungkal
Tak'kan surut langkah 'tuk tetap merayap
Hingga kutemukan kembali secarik sajakku yang hilang
PERGI
Gerimis pagi ini
Mengajak jiwa tuk melangkah lebih jauh lagi
Kedalam sunyi yang tak bertepi
Hati serasa mati
Tak satupun yang mampu bangkitkan diri
Dari keengganan yang terpatri
Ku tak ingin lagi disini
Ku akan pergi dari semua ini
Pergi, dan tak akan kembali lagi
Hingga ku tak akan temui
Rasa yang sama, sunyi
Dan mati dalam pelukan cinta seorang pecundang sejati.
Mengajak jiwa tuk melangkah lebih jauh lagi
Kedalam sunyi yang tak bertepi
Hati serasa mati
Tak satupun yang mampu bangkitkan diri
Dari keengganan yang terpatri
Ku tak ingin lagi disini
Ku akan pergi dari semua ini
Pergi, dan tak akan kembali lagi
Hingga ku tak akan temui
Rasa yang sama, sunyi
Dan mati dalam pelukan cinta seorang pecundang sejati.
=''Penantian Yang Tak Pasti''=
Terlanjur aku jatuhkan hati
Terlanjur aku jawab sebuah janji
Terlanjur aku berikan seluruh cinta yang kumiliki
Kepadanya sang pecundang sejati
Bukan air mata yang tiada bisa mengalir lagi
Bukan hanya darah yang mengering dan tak tersisa pada raga lagi
Bukan hanya nadi tiada kudengar berdenyut lagi
Tapi jantungku tak bisa berfungsi lagi
Hancur menjadi serpihan-serpihan yang tak mampu kupunguti, sendiri
Akankah kau mampu mengaliri kembali danau airmata yang mengering ini
Sanggupkah kau aliri lagi raga ini dengan darah hangat dari sisa hati,
Jika masih kau punyai
Mmapukah kau satukan kembali serpihan-serpihan hati
yang hancur oleh kepalsuan rasa yang kau tanam tempo hari
Mungkinkah kematian rasa ini akan kau bangkitkan kembali
Hingga ku bisa rasakan setetes nikmat
Setelah kau turunkan cintaku yang kau gantung tinggi,
Pada tiang gantungan tanpa simpati
Seperih apapun luka yang kau toreh ini, aku akan selalu setia menanti hingga dihari pengadilan cinta itu, menjatuhkan vonis mati atau membebaskanku ke alam nirwana yang berpelangi.
=''RUMAH TANGGA TANPA CINTA''=
SURVEI Sindo mengungkapkan bahwa pernikahan tak selamanya dilandasi rasa cinta. Dari 47 responden perempuan, 40 persen di antaranya mengakui bahwa pernikahan tak selamanya selalu dilandasi cinta. Lantas, apa yang membuat mereka bertahan?
Kasus gugatan perceraian pada pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lama berkeluarga kian banyak saja. Kabar yang masih segar dalam ingatan kita adalah mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Moerdiono kala usia senja menggugat cerai istrinya. Kemampuan Moerdiono dan sang istri untuk mempertahankan pernikahan selama bertahun-tahun meski didera konflik turut mencuri perhatian masyarakat.
Tentu menimbulkan tanda tanya tersendiri, apakah masih ada rasa cinta di dalam pernikahan mereka? Terlebih, selama bertahun-tahun, keduanya hidup terpisah. Fenomena ini seolah menggugah keingintahuan kita, apa rahasia di balik sebuah pernikahan? Apakah memang dalam setiap pernikahan, cinta menjadi sesuatu yang mutlak di antara pasangan?
Sementara, dalam kerangka normatif, pernikahan idealnya dibangun dari cinta yang kokoh antara pasangan suami istri. Sindo menyelenggarakan survei untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap fenomena ini. Hasilnya, dari 47 responden perempuan yang menikah, 40 persen di antaranya mengakui pernikahan tak selamanya selalu dilandasi rasa cinta.
Pendapat itu tak semata diungkapkan sebagai bentuk penilaian terhadap suatu kondisi. Dalam kehidupan nyata pun, hal tersebut ternyata dialami sendiri oleh para responden. Saat diajukan pertanyaan, apakah Anda masih mencintai pasangan Anda saat ini? Sebanyak 17 persen responden menyatakan tidak.
Sementara, 26 persen menyatakan ragu-ragu. Di luar pendapat tersebut, hasil survei ini nyatanya juga menggambarkan bahwa masih banyak pula para perempuan yang meyakini kuatnya pertautan cinta dan pernikahan. Pertanyaan terbesar, jika cinta telah hilang, bagaimana bisa menjalani kehidupan yang harmonis dan bahagia?
Responden pada golongan ini menganggap bahwa cinta merupakan suatu hal yang esensial dalam sebuah pernikahan. Tanpa cinta, rumah tangga akan berjalan bak sayur tanpa garam. Keadaan itu akan menyakitkan bagi setiap pihak yang ada di dalamnya, terlebih semua dijalankan dalam satu atap.Kalau cinta itu hilang sebelum menikah, mungkin itu masuk akal.
Namun, kalau kemudian sudah lama menikah tapi tak ada cinta, rasanya sulit untuk diterima. Ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tangerang, dr Kresno Mulyadi SpKJ, menyatakan, pernikahan bisa dilandasi oleh beragam macam alasan, tidak hanya cinta.
“Hal itu bisa saja terjadi, mereka yang memutuskan menikah bisa saja karena alasan ekonomi,” tutur pria yang akrab disapa Kak Kresno.
Kak Kresno mengatakan, seseorang yang menikah karena alasan ekonomi, mungkin tidak sedikit ditemukan. Misalnya, wanita menganggap dengan menikahi pria yang sudah mapan dan sukses, maka secara tidak langsung, kehidupannya di bidang ekonomi pun meningkat, segala macam kebutuhannya terpenuhi.
Bahkan, bisa saja tidak hanya kebutuhannya untuk diri sendiri, melainkan untuk keluarganya juga. “Tidak sedikit wanita yang terpaksa menikah karena dipaksa keluarga mereka,” sebut psikiater lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.
Walaupun seorang anak berkewajiban untuk berbakti atau menuruti perintah orangtua atau keluarga, pernikahan yang dilangsungkan sekadar memenuhi tuntutan orangtua, sebaiknya jangan terjadi.
“Ingat, kebahagiaan karena cinta dan kebahagiaan karena materi, itu beda rasanya,” ungkapnya.(SINDO//nsa)
=''Mawar Di Tepi Jurang''=
Seorang wanita sempurna seperti
setangkai mawar berduri. Dan
kesempurnaan mawar adalah pada
durinya. Semua kisah, puisi,syair
dari klasik hingga postmodern
memberi tajuk `mawar berduri'
untuk gambaran kesempurnann
bunga.
Namun terkadang orang
menganggap duri pada mawar
mengganggu, merusak bahkan
menghalangi keindahan kelopak
mawar.Padahal justru dengan duri
itulah setangkai mawar menjadi
sempurna,terjaga, terlindungi, tak
dipetik sembarang orang.
Mawar adalah wanita, sedangkan
duri pada mawar adalah aturan
yang melekat dari Allah bagi
seorang wanita. Banyak orang
mengatakan aturan yang Allah buat
untuk wanita, mengekang, sulit
jodoh hingga sulit mendapatkan
pekerjaan.
Padahal seperti duri
pada mawar, justru aturan itu yang
melindungi, menjaga dan membuat
seorang wanita mulia. Seperti duri
yang jadi penyempurna mawar.
Maka aturan Allah yang menjadi
penyempurna wanita. Dan jika
mawar berduri adalah mawar yang
sempurna, pastinya wanita dengan
aturan yang melekat dari Tuhannya
pula wanita yang sempurna.
Seorang wanita sempurna seperti
mawar di tepi jurang. Bukan mawar
ditengah taman. Jika mawar ada di
tengah taman cenderung semua
tangan bisa memetiknya, dari orang
biasa hingga orang `kurang ajar'
yang nekat memetik walaupun ada
tulisan "Dilarang memetik bunga".
Walau ada larangannya orang tetap
berani memetik, toh di bawah
tulisan larangan itu hanya tertulis
ancaman "denda sekian puluh ribu
atau kurungan sekian bulan". Tapi
jika ada di tepi jurang tentu tak
semua tangan berani
menyentuhnya.
Maka wanita, tumbuhlah di tepi
jurang. Hingga tak sembarang
tangan lelaki bisa menyentuhmu.
Hingga jika pun suatu saat ada
seorang lelaki memetikmu, pastilah
lelaki yang paling berani berkorban
untukmu.
Bukan sembarang tangan,
bukan sembarang orang, bukan
sembarang lelaki.Karena wanita
bukanlah barang murah yang boleh
disentuh seenaknya. Bukan barang
hiasan yang bisa dipetik dengan
ancaman kecil.
=''Bulan Yang Berdebu''=
Kuhentikan gerakan tanganku mengatupkan selimut ke tubuh lelahku
Kupandang sekilas senyum indah yang mengintpku dari balik jendela kamarku
Kubalas senyumnya dengan tak kalah indahnya, menurutku
Dia memanggilku untuk datang menemani kesendiriannya
Hatiku bersorak, bahagia.....................
Aku yang selalu sendiri
Aku yang selalu merasa sepi
Kini ada yang memanggilku
Ada yang membutuhkanku
Sebentar lagi aku tak sendiri
Sebentar lagi aku ada yang menemani
Dibawah jendela kamarku kami bertemu
Ah....kau begitu indah, kau begitu baik
Padanya kukisahkan segala kesah
Kututurkan semua gundah
Ah....andai sejak dulu aku mengenalmu
Andai sejak dulu kutahu ada kamu yang mau mendengarkan sedu & sedanku
Kuyakin tak'kan pernah kuismpan seluruh gelisahku
Oh...!!! Bulan sabit yang indah, ma'afkan aku t'lah berbagi murungku denganmu
Katamu..''Ambillah cahayaku, biarkan aku merasai jubah debu milikmu,
Matamu begitu sayu, sekujur tubuhmu hampir beku, masuklah kembali ke kamarmu
Percikkanlah tetes-tetes embun fajar ke wajahmu
Lafazkan syair-syair cinta penenang hati & jiwamu
Lalu, katupkan kembali selimut hangat itu ketubuh indahmu dan senyumlah
Pejamkan matamu, jangan lagi menoleh kepadaku
Karena aku t'lah tertutup jubah debu milikmu
Kau takkan lagi melihatku, akupun akan segera bersembunyi
Rajaku sedang mengintipku dari singgasananya diujung timur sana
Aku akan datang lagi jika Sang Maha Raja memperkenanku
Langganan:
Postingan (Atom)




