=''Sudahi Perih Ini''=

T'lah kucoba untuk setia
Kucoba tuk berikan segala yang aku punya
Kucoba pahami dan mengerti hakekat sebuah cinta
Namun semua sia-sia
Terlanjur kutumpahkan rasa
Terlanjur kujatuhkan hati
Padanya yang tak pernah mau pahami
Arti rasa yang kumili
Biarlah kini kau pergi
Tak akan kusesali pertemuan sesaat ini
Melangkahlah tuk temukan cinta sejati
Yang lama kau simpan dihati
Aku disini akan tegar dalam menanti keajaiban yang mungkin akan mengembalikan hatiku yang t'lah hilang karenamu.




Apa yang harus
Ku lakukan lagi bila kau tak setia
Karena aku hanya seorang manusia
Yang tak kau anggap

Aku tlah coba untuk memahamimu
Tapi kau tak peduli

Cukup sudah
Kau sakiti aku lagi
Serpihan perih ini
Akan ku bawa mati

Aku mencoba
Memberikan segala yang telah aku punya
Namun semuanya hanya sia-sia
Percuma






=''Ikhlaskan Yang Telah Pergi, Dan Jaga Apa Yang ada Sekarang Sebelum Kita Kehilangan''=

*Sometimes we think we have something that isn’t really there.*


I held a red rose in my hand,
It was beautiful as the sky,
its stem so evergreen,
its thorns almost unseen
by the undiscerning eye.
as I held close this pretty rose
I held on but too tight.
and didn’t mind the thorns,
just held with all my might.
But just like that,
it disappeared,
and vanished in thin air
and left my fingers bleeding
from the thorns that were once there.
And just like that,
I realized
I couldn’t even cry.
Not a single tear would fall,
for I saw the wounds weren’t real because –
there never was a rose at all.







Sering kita merasa kehilangan, sering kita menyesali apa yang telah terjadi. Lalu kitapun menangis dan bersedih, namun apakah dengan bersedih dan menangis yang pergi akan kembali dan yang telah terjadi dapat kita perbaiki, Sekali-kali tidak. Apa yang telah pergi tak mungkin kembali dan apa yang telah terjadi tak dapat kita ulangi. Kita tak mungkin memutar roda waktu dan kembali kemasa silam untuk memperbaiki keadaan.

Bukan maksudnya hanya menerima keadaan, tetapi bagaimana kita bisa merubah keadaan tidak menyenangkan menjadi sesuatu yang dapat kita terima dengan lapang hati. Menjadikan sebuah kegagalan sebagai pelajaran serta motivasi untuk bangkit dan berusaha menjadi lebih baik. semua selalu ada hikmahnya, tinggal bagaimana kita belajar supaya tidak terjatuh 2 kali ke lubang yang sama.

Segala sesuatu di dunia ini tak ada yang abadi, bagaimana kita menerima dan menghayatinya. Maka kehilangan adalah peristiwa yang wajar, sebuah resiko yang harus kita terima manakala kita merasa memiliki. Seperti sebuah ungkapan “ Menjaga lebih sulit dari pada mendapatkan”.

Berpijak pada hal itu maka sebenarnya tak ada yang harus disesali, tak ada yang harus di tangisi manakala apa yang kita (merasa) miliki pergi dan menghilang. Anggap saja “Dia”, yang telah menitipkannya pada kita telah mengambilnya kembali. Maka Relakan yang telah pergi dengan penuh keikhlasan, dengan lapang hati. Jika kita yakin telah menjaga titipan-Nya dengan baik niscaya “Dia” akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi.

Semua peristiwa adalah aliran perubahan dan kemana arah perubahan itu tidak akan bisa kita prediksi. ini adalah hukum alam tak ada satupun yang bisa menghentikan laju perubahan ini, dan berusaha menerima realitas lalu mencoba memahaminya.

''Jaga apa yang kita miliki sebelum kita kehilangan.''

http://www.youtube.com/watch?v=UZb5wjHncnE
naiflirik.blogspot.com




Thursday, 22092011.(Our game is over now)

=''CINTA KITA''=




Jika kita berkehendak,

Selalukah itu menjadi janji?

Jika kita berkeinginan selalukah itu wajib tertepati?

Apakah cinta harus disekap ?

Ataukah juga mesti diucap ?





Biarlah dia merdeka

Mengungkap apa yang perlu dirasa

Mewarna seperti yang dia suka



Cinta sejati tak cukup di ujung waktu,

Dia ada di setiap nafas dan setelahnya

Dan tak akan pernah mengakui

Bahwa dia adalah cinta

Sejuta kata pernah terdengar

Selaksa keinginan pernah kita semaikan

Saatnya kini kita DIAM

Agar madah yang telah terikrarkan, tak'kan terhempas garangnya gelombang dan tertelan buasnya nafsu.

Ma'afkan aku, yang sengaja melupakanmu semalam. (06092011)

=''Maafkan Aku Sahabatku''=

Sungguh aku bersyukur ALLAH Mempertemukanku denganmu,
sahabat...
Karena ALLAH banyak Memberiku pelajaran melalui sikapmu
Mafkan aku sahabatku...
Karna diriku engkau jadi terluka
Karna diriku engkau banyak kecewa
Juga karna diriku engkau menderita
Maafkan sahabatmu yang khilaf ini
Telah banyak perkataan dan sikapku yang mungkin telah
membuatmu kecewa dan kesal terhadapku
Karena inilah sahabatmu
Hanya sesosok manusia lemah yang penuh khilaf
Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang
sempurna
Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat tanpa
salah
Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang
selalu ada di sampingmu
Karena sekali lagi inilah sahabatmu
Yang penuh dengan kelalaian
Aku mohon kepadamu, ketika aku jatuh, jangan biarkan dirimu
jatuh bersamaku
Aku ingin dirimu tetap berada di atas sana
Hingga suatu saat dirimu dapat mengangkatku dari atas
Sungguh tidak ada niat untuk membuatmu kecewa atas diriku
Aku hanya ingin mengatakan yang sejujurnya
Aku tak ingin dirimu tertipu
Aku tak ingin dirimu terlena
Aku tak bisa membiarkan dirimu berharap kepadaku
Aku tak bisa membiarkan dirimu bergantung kepadaku
Sahabat, inilah aku, seorang manusia yang jauh dari sempurna
Tolong, jangan berharap atau bahkan bergantung pada diriku
Aku tak bisa memberi apa yang kau inginkan
Aku tak bisa menjamin kebahagiaanmu
Aku tak bisa terus berada di sampingmu
Berharaplah pada RABB yang Maha Sempurna
Bergantunglah pada RABB yang Maha Agung
Kelak kau akan bertambah kuat
Karena kau telah berpegang teguh pada tali ALLAH yang tak akan
pernah putus
ALLAH yang akan Menguatkanmu
ALLAH yang akan Menyokongmu
ALLAH yang akan Membantumu
ALLAH yang akan Berada di sampingmu
ALLAH yang akan Menjamin hidupmu
Bukan manusia seperti diriku...
Ya RABB, hamba memohon ampunan-Mu
Hamba telah banyak mendzolimi orang yang Engkau cintai
Hamba telah banyak mengecewakan orang yang Engkau muliakan
Sahabat...
Dengan segala kerendahan hati ini, aku memohon semoga engkau
berkenan membukakan pintu maaf atas segala kekhilafanku
Aku tak tahu berapa tahun, berapa hari, atau bahkan berapa
menit lagi ALLAH akan Mencabut nyawaku
Aku hanya ingin bertemu dengan ALLAH dengan tenang
Tolong maafkan segala kekhilafanku


Taqobalallahu Minnaa wa Minkum,Minal 'aidin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan bathin.

=''Dalam Tak Sedar Ku Menangis''=

Kusangkakan panas berpanjangan
Rupanya gerimis, rupanya gerimis mengundang
Dalam tak sedar ku kebasahan
Pernah juga kau pinta perpisahan
Aku sangkakan itu hanyalah gurauan
Nyata kau serius dalam senyuman



Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikit pun riak wajahmu
Tiada terkilan
Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina kau lakukan
Terasa diri amat terhina kau lakukan



Sia-sia kukorban selama ini
Jika kasihku, jika hatiku
Kau guris oh oh oh...
Dalam tak sedar ku menangis.




*By: SLAM; Gerimis Mengundang.

=''Cinta Tulus Adalah''=

Cinta tulus itu mencintai tanpa harus dicintai.....................


Cinta yang tulus adalah sebuah keragu-raguan yang tak kunjung mengerti arti cinta itu sendiri..........................................



Cinta yang tulus hanyalah sebuah kebingungan yang bercampur-aduk menjadi satu kesatuan yang utuh, yang disebut.......CINTA.

=''Tentang Gerimis Malam''=

Bersandar pada dinginnya tembok kamar

Tak mampu layangkan jauhnya pandangan

Tetes-tetes air dari awan diatas sana

Tak izinkan mataku menembus indahnya kepekatan malam



Kepekatan yang indah . . . . . . . ? ? ?

Lengkingan kalbuku meneriakkan tanya yang tak aku hiraukan

Bagiku malam selalu indah

Meski tanpa bintang

Meski tanpa cahaya rembulan

Meski tanpa kidung kelalawar



Dan gerimis ini

Semakin mengajak jiwaku terbang tinggi

Meneriakkan kekalutan hati

Menghamburkan sejuta dosa dan kesalahan diri

Kepada Dia Yang Maha Tinggi



Semakin dingin semakin sunyi

Suara hati tak ingin berhenti

Mengisakkan tangis di lengan nan kokoh, perkasa

Lengan yang selalu melindungi tanpa pernah menyakiti

Tuhan, tanpa keperkasaan lengan-Mu

Aku hanyalah sebutir debu di padang pasir nan gersang

Dengan perlindungan-Mu aku merasa ada, meski berlumur noda & dosa





*Terima kasihku pada rintik hujan di malam ini. Wed;10082011
Aku yang selalu merindu-Mu meski Kau tak pernah jauh dari hatiku.