=''Penantian Yang Tak Pasti''=
Terlanjur aku jatuhkan hati
Terlanjur aku jawab sebuah janji
Terlanjur aku berikan seluruh cinta yang kumiliki
Kepadanya sang pecundang sejati
Bukan air mata yang tiada bisa mengalir lagi
Bukan hanya darah yang mengering dan tak tersisa pada raga lagi
Bukan hanya nadi tiada kudengar berdenyut lagi
Tapi jantungku tak bisa berfungsi lagi
Hancur menjadi serpihan-serpihan yang tak mampu kupunguti, sendiri
Akankah kau mampu mengaliri kembali danau airmata yang mengering ini
Sanggupkah kau aliri lagi raga ini dengan darah hangat dari sisa hati,
Jika masih kau punyai
Mmapukah kau satukan kembali serpihan-serpihan hati
yang hancur oleh kepalsuan rasa yang kau tanam tempo hari
Mungkinkah kematian rasa ini akan kau bangkitkan kembali
Hingga ku bisa rasakan setetes nikmat
Setelah kau turunkan cintaku yang kau gantung tinggi,
Pada tiang gantungan tanpa simpati
Seperih apapun luka yang kau toreh ini, aku akan selalu setia menanti hingga dihari pengadilan cinta itu, menjatuhkan vonis mati atau membebaskanku ke alam nirwana yang berpelangi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar