=Munajat Terlarang=

Kerinduan itu t'lah membatu, membeku

Terlilit pada panjangnya juluran waktu

Hari demi hari mengais sunyi

Di penghujung malam tak berbintang




Bukan ragu yang memapahku

Bukan pula keengganan yang memelukku

Namun,

Ketidak-mampuanku memahami inginmu




Kuhanyutkan jiwa yang meronta menepiskan bahagia

Pada riaknya gelombang yang memburu

Tak berharap sunyi ini bertemu di ruang rindu

Kar'na munajat ini terlarang untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar