Gemetar tubuh menahan dingin
Sekian lama badan diguyur derasnya air hujan
Angin malam menambah kebekuan tulang
Dimalam yang kelam tak berbintang
Aku berjalan tanpa lentera
Mengais sampah-sampah berserak disepanjang jalan kehidupan
Mencari secarik sajakku yang hilang
Benturan demi benturan kuredam
Sayatan demi sayatan kutelan
Dalam perih yang tiada tertahan kuterus berjalan
Teriakan hati & jiwa yang kelelahan tak kudengarkan
Dibawah derasnya guyuran air hujan kuterus melangkah
Walau tertatih dan kadang terjungkal
Tak'kan surut langkah 'tuk tetap merayap
Hingga kutemukan kembali secarik sajakku yang hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar