=''Ketakutanku''=

Lemas persendianku seketika

Saat ku tangkap bisikan tasbih dedaunan di luar kamarku

Aku malu kepada-Mu

Ketika dimalam sepi nan sunyi

Kudengar bait-bait dzikir sang binatang malam




Sedang aku disini mendengkur

Merapatkan selimut hangatku

Oh . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Siapakah aku . . . . . . .???



Aku tidak lebih baik dari jengkerik yang bersembunyi disemak-semak itu

Aku tidak lebih baik dari dedaunan di luar jendela kamarku itu

Mereka semua bertasbih dan berdzikir

Tak peduli kabut tebal yang buat mereka menggigil



Sedang aku?

Oh! Aku takut dinginnya air membekukan tulangku

Aku takut esok pagi terlambat bangun dan bosku akan memarahiku

Aku takut..........terlalu takut

Takut akan kehilangan kenikmatan duniaku

Takut menerima kemarahan bosku

Takut kehilangan keindahan kelopak mataku

Jika harus begadang 'tuk bermunajat kepada-Mu

Takut kehilangan keindahan jidatku

Jika harus selalu bersujud untuk-Mu




Akulah manusia pendosa itu

Selalu tak peduli pada-Mu

Meski sesungguhnya aku tahu

Hanya Engkau yang begitu peduli kepadaku

Hanya Engkau yang mengasihi dan mencintaiku

Dengan ketulusan yang tak berubah, tak berganti




Maka, Ampunilah aku

Duhai, Allahku

Terimalah taubatku

Izinkan aku mendekat dan selalu berada di dekat-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar